Kamis, 14 Agustus 2025

PELAUT ULUNG SUKU MAKASSAR

 PELAUT ULUNG SUKU MAKASSAR



Bajak laut dari timur nusantara


mengutip kesaksian apoteker dan diplomat dari Lisabon Portugis bernama Tome Pires (1465–1524 atau 1540). Pires adalah agen obat-obatan ketika berusia 40 tahun. Ia berlayar di Pulau Jawa dan bertemu dengan sejumlah pelaut Makassar. Pires menyebut orang Makassar sebagai Macacar, perampok/perompak dan bajak laut. Pires sempat berada di Malaka selama 3 tahun (1512-1515) di era penaklukan Portugis. Di sanalah ia melihat ketangguhan maritim orang Makassar.


Kesaksian Pires juga dikutip Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa, abad XVI sampai abad XVII (2005 : 17) …. Mereka punya bahasanya sendiri, lain daripada yang lain. Semua orang gagah dan suka berperang. Di situ banyak terdapat bahan makanan. Orang-orang dari pulau itu adalah perampok/perompak yang paling besar di dunia, kekuatannya besar dan perahunya banyak. Mereka berlayar untuk merompak dari negeri mereka sampai ke Pegu, dan dari negeri mereka sampai ke Maluku, Banda, dan di semua pulau sekitar Jawa.


Pada umumnya mereka bajak laut. Oleh Orang Melayu menyebut Celates (orang Selat). Orangnya semua memakai keris dan mereka kuat-kuat. Mereka berlayar kian kemari dan ditakuti di mana-mana, sebab memang semua perompak patuh pada mereka, sebab mereka pantas dipatuhi.”


Kutipan Armando Cortesao (ed) pada The Suma Oriental of Tom Pires, Jilid 1 (London: The Hukluyt Society, 1944; 226-227). Catatan lain Tome Pires, yang diterjemahkan oleh Armando Cortesao dan Francisco Rodrigues dalam The Suma Oriental of Tome Pires: an account of the East, from the Red Sea to China (2005: 233) makin menjelaskan kehebatan orang Makassar di lautan.


Penyebutan lain Pires terhadap orang Makassar yakni dengan tuduhan sebagai perompak, pembegal, atau penyamun. “As these Celates and robbers (who sometimes fished for their food, with their huts and wives and children on the land) live near the hill which now called Malacca….”


Orang Makassar sebagai bajak laut, malah diberitakan di Colonial Times (Hobart, Tas. : 1828 - 1857) berjudul Attacks on the Pirates in The Indian Archipelago. Meski tak menuduh secara langsung pada orang Makassar, namun lokasi pemberitaan berupa Macassar sudah cukup menjadi penanda tentang siapakah yang disebut sebagai para bajak laut tersebut.


Awal pemberitaan sudah memastikan keberadaan para bajak laut. The latest date from this partof the Archipelago is Oct. 20, via Batavia.Piracy has become so common in and around Macassar, that the Dutch have been compelledto send an expedition to punish the offenders.The operations against the pirates have been very successful.


Berita tersebut tentang kapal Vesuvius, jenis fregat yang bertugas memberantas bajak laut. Para bajak laut itu biasa mencegat kapal Inggris dan Belanda. Dua kapal lainnya dalam gugus tugas memberantas bajak laut yakni HM Schooner-brig Dolphin dan HM Schooner Kameleon yang bertolak meningalkan Makassar, pantai selatan Sulawesi ke pantai utara Sumbawa dan Flores, pada 12 September 1848. Ketiga kapal tersebut diberitakan sukses memberantas bajak laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan dan santun