Kamis, 21 Agustus 2025

Kisah U-195 & U-219 Ke Jepang

 Kisah U-195 & U-219 Ke Jepang 



Hal ini berawal saat pada 24 Agustus 1944, Kriegsmarine mengirim dua unit U-boat yaitu U-195 & U-219 ke Jepang yang dipimpin Oblt.zS Friedrich Steinfeldt dengan membawa 12 buah V-2 (A-4) Rocket. Selain membawa roket V-2, kedua kapal selam tersebut juga membawa seorang ilmuan V-2 Jerman yang dibawa untuk membantu ilmuan Jepang dalam pengembangan roket tersebut, kedua kapal selam tersebut juga membawa blueprint alat militer Jerman untuk Jepang. Tujuan U-195 & U-219 adalah Djakarta Toko Betsu Shi (Nama DKI Jakarta Era Kependudukan Jepang), kedua kapal selam tersebut berlayar selama 127 hari atau tiba di Djakarta Toko Betsu Shi pada 28 Desember 1944.


Sebelum sampai tujuan, U-195 & U-219 diserang sebanyak 5 kali oleh tiga Grumman Avengers dari kapal induk USS Tripoli (CVE-64) barat barat daya dari Kepulauan Tanjung Verde pada 28 September 1944. Menurut dokumen "Sangat" rahasia Amerika Serikat yaitu Type B Cipher Machine dengan konde sandi PURPLE (60 Tahun Kemudian Dokumen Ini "Boleh" Di Sebarluaskan) berisi bahwa diperkirakan kedua kapal selam tersebut diduga membawa Uranium Oxide dari Jerman untuk Jepang atas permintaan Jendral Toranouke Kawashima pada Juli 1943.


Tujuannya adalah Jendral Toranouke Kawashima akan membuat proyek Bom Atom Jepang, yang dimana bahan bakunya tidak dimiliki Jepang, namun sayangnya informasi ini bocor kepada Amerika Serikat dan dinanakan kode sandi PURPLE. Setelah sampai di Djakarta Toko Betsu Shi, U-195 setelah itu pergi menuju Brunei untuk pengisian bahan bakar dan kemudian kembali lagi ke Djakarta Toko Betsu Shi, kemudian U-195 pada 19 Januari 1945 pergi menuju Samudera Hindia dan berhenti di Monsun Gruppe Selatan Madagaskar untuk pengisian bahan bakar kembali, namun para awak U-195 telah mengetahui mereka tidak bisa kembali lagi ke Jerman dan mereka memutuskan menuju Djakarta Toko Betsu Shi kembali pada 4 Maret 1945.


Setelah Jerman menyerah pada 4 Mei 1945, U-195 menyerahkan diri kepada Jepang dan kapal tersebut dimiliki oleh IJN dan diganti nama menjadi I-506 pada 15 Juli 1945, awak U-195 Jerman ditangkap di Malang pada 1 Agustus 1947, nasib sama juga dialami oleh U-219. Kapal selam U-219 disita oleh Imperial Japan Navy (IJN) pada 8 Mei 1945, kapal tersebut berganti nama menjadi I-505 hingga akhirnya kapal selam tersebut ditangkap oleh Royal Navy pada Agustus 1945 di Surabaya, I-505 di ledakan atau ditenggelamkan oleh HNLMS Kortenaer (Belanda) dengan depth charges di Selat Sunda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan dan santun