Kisah Ibnu Battutah Sang Penjelajah Dunia yang luar biasa.
Asal-usul dan Masa Muda
Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Lawati al-Tanji Ibnu Battutah, lahir pada 24 Februari 1304 M di Tangier, Maroko. Ia berasal dari keluarga terhormat yang memegang jabatan hakim (qadhi) dan ahli hukum Islam (mazhab Maliki). Sejak kecil, ia mendapat pendidikan agama dan hukum, namun hatinya tertarik pada perjalanan dan petualangan.
Awal Perjalanan – Ibadah Haji yang Membawa Petualangan
Pada 1325 M, di usia 21 tahun, Ibnu Battutah berangkat dari kampung halamannya menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Ia berniat kembali setelah itu, namun kenyataannya ia malah mengembara selama 29 tahun dan menempuh jarak lebih dari 120.000 km, menjadikannya salah satu penjelajah terjauh sebelum era kapal uap.
Rute Perjalanan Besar Ibnu Battutah
Perjalanan Ibnu Battutah dibagi menjadi beberapa tahap besar:
1. Afrika Utara & Timur Tengah (1325–1326)
Menjelajahi Mesir, Palestina, Suriah, dan Irak.
Mengikuti jalur kafilah ke Mekkah untuk berhaji pertama kali.
2. Afrika Timur & Persia (1326–1330)
Mengunjungi Yaman, Somalia, dan pantai Swahili (Kenya & Tanzania).
Menyusuri Teluk Persia, Persia, dan Irak.
3. Anatolia & Asia Tengah (1330–1333)
Menyusuri Asia Kecil (Turki) hingga mencapai Asia Tengah.
Masuk ke wilayah kekuasaan Mongol dan melihat kota Samarkand yang makmur.
4. India (1333–1342)
Diundang oleh Sultan Delhi, Muhammad bin Tughluq, menjadi hakim di istana.
Menikah dengan beberapa wanita lokal.
Pernah dikirim sebagai utusan ke Cina, namun kapalnya karam di Maladewa, sehingga ia tinggal cukup lama di sana.
5. Asia Tenggara & Cina (1345–1346)
Singgah di Sumatra (Samudra Pasai) — mencatat kerajaan ini sebagai pusat Islam penting di Asia Tenggara.
Melanjutkan ke Cina, mengunjungi Quanzhou dan mungkin Beijing.
6. Afrika Barat (1351–1353)
Setelah kembali ke Maroko, ia melakukan perjalanan lagi ke Afrika Barat, mencapai kerajaan Mali dan Timbuktu.
Catatan Perjalanan: Rihlah
Setelah kembali ke Maroko pada 1354, Sultan Marinid Abu Inan memintanya mendiktekan kisah perjalanannya kepada penulis Ibnu Juzayy. Karya ini diberi judul:
"Tuhfat an-Nuzzar fi Ghara’ib al-Amsar wa Aja’ib al-Asfar"
(Hadiah bagi Para Pencari tentang Keanehan Kota dan Keajaiban Perjalanan), lebih dikenal sebagai "Rihlah Ibnu Battutah".
Wafat
Ibnu Battutah meninggal sekitar 1368 atau 1369 M di Tangier, kota kelahirannya. Meskipun tidak setenar Marco Polo di dunia Barat, bagi dunia Islam ia adalah legenda — saksi mata peradaban abad ke-14 dari Afrika hingga Cina.
Fakta Unik
Menempuh jarak lebih dari tiga kali keliling bumi.
Mengunjungi sekitar 44 negara modern.
Melihat langsung berbagai peradaban: Arab, Persia, Turki, Mongol, India, Melayu, Afrika, hingga Cina.
Catatannya menjadi sumber penting sejarah abad pertengahan.
-
#ibnubattutah #penjelahdunia #fyp

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Dengan Sopan dan santun